Profil


Posted on Sunday, 28 August 2016 | by : Dinas PSDA | 697 kali dibaca


Secara astronomis Provinsi Sumatera Barat terletak antara 0o54' Lintang Utara dan 30 30' Lintang Selatan, dan antara 98 36' sampai101 53' Bujur Timur. Mempunyai luas daerah daratan sekitar 42.297,30 km2 atau setara dengan 2,21 persen dari luas Republik Indonesia. Mempunyai luas perairan (laut) ± 52.882,42 km2 dengan panjang pantai wilayah daratan ± 522 km ditambah panjang garis pantai Kepulauan Mentawai ± 1.115 km, sehingga total garis pantai keseluruhan ± 1.637 km. Perairan laut ini memiliki 391 pulau-pulau besar dan kecil dengan pulau terbanyak dimiliki oleh Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kondisi topografi bervariasi dari 0 mdpl s.d 3.100 mdpl. Dengan kondisi hutan yang relatif masih rimbun, potensi sumber daya alamnya masih cukup besar. Sungai yang terdapat di Provinsi Sumatera Barat mencapai 3.033 buah sungai (termasuk sungai utama dan anak-anak sungai) yang sebagian bermuara ke Samudera Hindia di Pantai Barat dan sebagian lagi kearah Pantai Timur Pulau Sumatera.

Sumber air sungai di Provinsi Sumatera Barat berasal dari pegunungan dan danau. Terdapat lima buah danau alam yaitu Danau Singkarak (13.011 ha), Danau Maninjau (9.950 ha), Danau Diatas (3.150 ha), Danau Dibawah (1.400 ha) dan DanauTalang (1.02 ha).Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 04 Tahun 2015 tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai di Indonesia, wilayah Sumatera Barat yang dialiri sungai ini dapat dibagi atas 8 (delapan) wilayah sungai yaitu:

  • Wilayah Sungai Natal-Batahan (380 km2)
  • Wilayah Sungai Rokan (2.190 km2)
  • Wilayah Sungai Kampar (2.591 km2)
  • Wilayah Sungai Inderagiri-AKUAMAN (10.545 km2)
  • Wilayah Sungai BatangHari (8.264 km2)
  • Wilayah Sungai Masang-Pasaman (6.313 km2)
  • Wilayah Sungai Tarusan-Silaut (6.280 km2)
  • Wilayah Sungai Siberut-Pagai-Sipora (7.338 km2)

 

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi, menyatakan bahwa Provinsi Sumatera Barat memiliki tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi pada 68 daerah irigasi (70.707 ha) yang terbagi menjadi dua jenis irigasi yaitu a) irigasi permukaan (65 daerah irigasi) dengan luas 65.007 ha, dan b) irigasi rawa (3 daerah irigasi) dengan luas 5.700 ha.